Kapolri Tegaskan Bakal Proses Pidana Aipda M yang Bekingi Sindikat Penjualan Ginjal

- Editorial Team

Sabtu, 22 Juli 2023 - 13:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Orbitimes.com, Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan Polri akan memproses Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda) berinisial M yang menjadi pembeking sindikan penjualan ginjal ke Kamboja.

Aipda M menjadi tersangka dalam kasus penjualan ginjal di Kamboja karena berperan membantu pelaku perdagangan orang menghindari pengejaran polisi.

Kapolri menegaskan, baik sindikat maupun anggota Polri yang menjadi pembeking, bakal diproses secara tegas.

“Baik sindikatnya maupun oknum Polri-nya sendiri kami proses, kami proses pidana, kalau masalah itu kita enggak pernah ragu-ragu,” kata Sigit, Jumat, 21 Juli 2023.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengungkap kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) sehubungan dengan penjualan ginjal di Kamboja. Polisi telah menetapkan 12 orang sebagai tersangka, salah satunya M, yang masuk dalam sindikat jaringan internasional.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Hengki Haryadi, mengatakan Aipda M selama ini membantu pelaku perdagangan orang menghindari kejaran polisi.

“Yaitu dengan cara menyuruh membuang handphone, berpindah-pindah tempat. Pada intinya adalah menghindari pengejaran dari pihak kepolisian,” kata Hengki di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 20 Juli 2023.

Total ada 31 orang yang diberangkatkan ke Kamboja untuk menjual ginjal sepanjang Mei-Juni 2023. Pelaku merekrut korban melalui Facebook dan mulut ke mulut. Sementara para korban yang rela menjual ginjalnya itu datang dari berbagai latar belakang dan memiliki masalah ekonomi.

Hengki menuturkan Aipda M menerima uang Rp 612 juta karena telah berjanji kepada pelaku untuk tak memproses kasus TPPO ini. Bintara tinggi polisi itu juga membantu pelaku menghindar dari tim gabungan Polda Metro Jaya dan Badan Reserse Kriminal Polri yang sedang melakukan pengejaran.

Akibat perbuatan menghalangi proses hukum atau obstruction of justice ini, Aipda M dijerat Pasal 22 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang juncto Pasal 221 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

 

 

Sumber : Tempo.co

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Seorang Pria Terciduk Mengambil Sepatu Di Salah Satu di Kost Kampung Daeng Hayo Kecamatan Manggala
Emak-emak di Kota Makassar Terlibat Perang Kelompok, Ternyata Ini Penyebabnya
Alasan Guru Honorer di Makassar Larang Pemuda Main Bola hingga Berujung Dianiaya
2 Tersangka Kasus Mutilasi Sleman Terancam Hukuman Mati
Nasib Tragis Wanita Hamil di Cengkareng, Dibunuh Pacar karena Minta Dinikahi, Jasad Ditimbun Sampah
2 Terduga Teroris yang Ditangkap di Lombok Jaringan Anshor Daulah
Tampang Pemotor Mabuk di Makassar Keroyok Pemobil Usai Diduga Ditabrak

Berita Terkait

Kamis, 21 September 2023 - 12:29 WITA

Oknum polisi terlibat dalam pengedaran narkoba Aliansi masyarakat bersatu angkat bicara

Selasa, 8 Agustus 2023 - 12:21 WITA

Ketua Umum PB HPMT Angkat Bicara Persoalan Polemik di Kabupaten Jeneponto

Sabtu, 15 Juli 2023 - 03:24 WITA

Anas Urbaningrum Resmi Jadi Ketua Umum PKN Secara Aklamasi

Jumat, 14 Juli 2023 - 01:16 WITA

Erick Thohir Adukan Podcast Tempo ke Dewan Pers

Kamis, 13 Juli 2023 - 23:44 WITA

PKB Klaim Prabowo Sulit Menang di Jatim Jika Cawapres Bukan Cak Imin

Kamis, 13 Juli 2023 - 10:34 WITA

30 Guru Ikuti Seleksi Beasiswa Pascasarjana ITB dari Pemkab Serang

Rabu, 12 Juli 2023 - 10:50 WITA

Kode Suap Sekretaris MA: Suntikan Dana hingga Jalur Atas Bawah

Rabu, 12 Juli 2023 - 10:46 WITA

Serangan Bom Tewaskan 3 Polisi di Meksiko, 10 Orang Terluka

Berita Terbaru

Pemilu

PEMUDA MATTOANGING SIAP SUKSESKAN PEMILU DAMAI

Jumat, 9 Feb 2024 - 14:17 WITA

edukasi

PEMUDA BEKERJA MATTOANGIN SEJAHTERA

Selasa, 16 Jan 2024 - 19:49 WITA