Panas Ekstrem, Demokrat Minta Jokowi Tarik Kontingen dari Jambore

- Editorial Team

Minggu, 6 Agustus 2023 - 14:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Orbitimes.com, Jakarta – Kepala Badan Komando Strategis (Bakomstra) Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) menarik pulang kontingen Indonesia dalam gelaran Jambore Dunia 2023 di Saemangeum, Provinsi Jeolla Utara, Korea Selatan, lantaran kondisi cuaca ekstrem.

Herzaky mengatakan para kontingen anak itu tengah dalam kondisi terancam cuaca panas yang sangat ekstrem mencapai 34-38 derajat celcius, dengan fasilitas yang sangat menyedihkan. Ia menyebut tak perlu menunggu hingga 12 Agustus agar para kontingen dipulangkan ke Indonesia.

“Kami berharap, bapak Presiden, bapak Menteri Pemuda dan Olahraga, Ketua Kwarnas, Dubes Indonesia untuk Korea Selatan, ambil tindakan segera dan sungguh-sungguh untuk membantu anak-anak kita di sana,” kata Herzaky dalam keterangan tertulis, Minggu (8/6).

Ia menyebut setidaknya terdapat 1.569 warga Indonesia, sebagian besar siswa usia 14-18 tahun, yang tergabung dalam kontingen Indonesia, dari total lebih dari 42.000 peserta Jambore dari seluruh dunia. Mereka dijadwalkan berkegiatan di Korea Selatan dari tanggal 30 Juli sampai dengan 12 Agustus 2023.

“Jika kegiatan sudah banyak yang dibatalkan karena cuaca ekstrem, untuk apa bertahan sampai tujuh hari lagi?,” imbuhnya.

Herzaky selanjutnya juga mengaku terdapat sejumlah ‘kekacauan’ di sana. Di antaranya, para kontingen tinggal di dalam tenda yang sangat tipis dengan menggunakan palet plastik untuk tidur karena lahan tempat berkemah aslinya merupakan sawah dan becek.

Kemudian juga buruk fasilitas sanitasi lantaran anak-anak mesti berjalan hingga 2 kilometer menuju lokasi untuk mandi, buang air, dan mencuci pakaian.

“Situasi di sana sangat menyedihkan. Bukan lagi kegiatan pramuka yang melatih kemandirian dan kebersamaan, melainkan sudah menjadi ajang bertahan hidup di tengah ancaman cuaca panas yang sangat ekstrem mencapai 34-38 derajat celcius, dengan fasilitas yang sangat menyedihkan,” kata dia.

Selain itu, ia menyebut asupan makanan yang tidak cukup baik diterima oleh para kontingen. Selanjutnya, fasilitas Shuttle Bus yang terbatas sehingga menyebabkan antrian tunggu yang lama dan mengakibatkan anak-anak kami terpapar panas kembali.

Lalu ada pula laporan terkait kegiatan yang sudah diatur oleh penyelenggara sebagian besar dihentikan karena cuaca dan heatwave tidak aman, sehingga para kontingen seperti terlantar tanpa kegiatan apapun layaknya di camp pengungsian.

“Kondisi anak-anak tidak lagi fisik yang terganggu, ada yang lecet, tidak bisa berjalan, bahkan patah kaki, terserang sakit karena gelombang panas, dan lain sebagainya, melainkan kondisi psikisnya sudah mulai terganggu,” ujarnya.

“Di dekat-dekat tenda anak kami, hampir tiap malam ketika video call, mereka menangis karena tertekan betul. Kalau lokasi seperti bumi perkemahan cibubur, tanahnya ada rumput yang asri, penuh dengan pepohonan yang sejuk. Di sana? gersang, tanpa pohon,” imbuh Herzaky.

Lebih lanjut, apabila para kontingen memang harus tetap berada di sana, maka Herzaky meminta agar diturunkan sejumlah tim untuk membantu para remaja itu untuk menyelesaikan sejumlah permasalahan yang telah ia rangkum itu.

Herzaky juga meminta agar pendamping dari Kwarnas untuk membuka kondisi aktual di sana atau tidak hanya memberikan laporan manis. Apalagi kalau ada anak-anak yang ditanya orang tuanya mengenai kondisi di sana, jangan malah diberikan peringatan karena dianggap mengadu.

“Terakhir, bapak Presiden yang terhormat. Tolong diingat, mereka anak-anak remaja, ikut pramuka, ikut Jambore Dunia. Bukan mau ikut latihan bertahan hidup di camp pengungsian,” ujar Herzaky.

“Kini saatnya bapak Presiden benar-benar menjadi pahlawan untuk rakyatnya. Kami tunggu aksi nyatanya untuk anak-anak kami,” imbuhnya.

Sumber : CNN INDONESIA

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PEMUDA MATTOANGING SIAP SUKSESKAN PEMILU DAMAI
Petjah! Putri Ariani Guncang Istana Merdeka dengan Rungkad, Semua Bergoyang
30 Pesawat Bakal Atraksi di Peringatan HUT Ke-78 RI di Langit Istana
Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia, Pengamat: Pemprov DKI Harus Tetapkan Status Bahaya
Upacara HUT Ke-78 RI Juga Bakal Digelar di IKN, Dipimpin Kepala Otorita
Cak Imin: Jadi Anggota DPR dari Jakarta Butuh Biaya hingga Rp 40 Miliar
Tiba di Kawasan Adat Kajang, Tito Karnavian Diberi Gelar Adat oleh Ammatoa
Prabowo dan Gibran Semobil Saat Hadiri Hari Veteran Nasional di Solo

Berita Terkait

Kamis, 21 September 2023 - 12:29 WITA

Oknum polisi terlibat dalam pengedaran narkoba Aliansi masyarakat bersatu angkat bicara

Selasa, 8 Agustus 2023 - 12:21 WITA

Ketua Umum PB HPMT Angkat Bicara Persoalan Polemik di Kabupaten Jeneponto

Sabtu, 15 Juli 2023 - 03:24 WITA

Anas Urbaningrum Resmi Jadi Ketua Umum PKN Secara Aklamasi

Jumat, 14 Juli 2023 - 01:16 WITA

Erick Thohir Adukan Podcast Tempo ke Dewan Pers

Kamis, 13 Juli 2023 - 23:44 WITA

PKB Klaim Prabowo Sulit Menang di Jatim Jika Cawapres Bukan Cak Imin

Kamis, 13 Juli 2023 - 10:34 WITA

30 Guru Ikuti Seleksi Beasiswa Pascasarjana ITB dari Pemkab Serang

Rabu, 12 Juli 2023 - 10:50 WITA

Kode Suap Sekretaris MA: Suntikan Dana hingga Jalur Atas Bawah

Rabu, 12 Juli 2023 - 10:46 WITA

Serangan Bom Tewaskan 3 Polisi di Meksiko, 10 Orang Terluka

Berita Terbaru

Pemilu

PEMUDA MATTOANGING SIAP SUKSESKAN PEMILU DAMAI

Jumat, 9 Feb 2024 - 14:17 WITA

edukasi

PEMUDA BEKERJA MATTOANGIN SEJAHTERA

Selasa, 16 Jan 2024 - 19:49 WITA