Memotret Keberagaman Orang Pegunungan dan Orang Pinggir Laut

- Editorial Team

Senin, 30 Mei 2022 - 13:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Memotret Keberagaman Orang Pegunungan dan Orang Pinggir Laut. (Foto Ilustrasi / Wikipedia)

Memotret Keberagaman Orang Pegunungan dan Orang Pinggir Laut. (Foto Ilustrasi / Wikipedia)

Makassar, Orbitimes.com – Sebelum saya bergelut menjadi mahasiswa, saya tak tahu banyak soal keberagaman, termasuk keberagaman budaya dan ciri khas pada masing-masing daerah. Mengingat waktu tinggal di kampung halaman masih satu rumpun budaya, tepatnya di Desa Todang-Todang, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar).

Di kampung saya tinggal di daerah pegunungan, susah dapatkan akses internet, infrastruktur jalan yang belum baik, bahkan aliran listrik pun baru beberapa tahun saja sampai di tempat saya.

Sebelum saya kuliah, saya lebih banyak menghabiskan waktu untuk menetap di kampung halaman membantu orang tua bekerja, bahkan mayoritas masyarakat di kampung saya juga seperti itu.

Kondisinya langsung berubah saat saya masuk kuliah di kampus Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) di Kabupaten Majene, termasuk mengubah kebiasaan saat masih di kampung.

Selama menjadi mahasiswa saya banyak berkawan dari berbagai daerah, ada yang dari Mamuju, Mamuju Tengah, Pasangkayu, Enrekang, Toraja, Mamasa, Palopo, bahkan di luar Sulawesi pun juga ada.

Di situ saya melihat banyak keberagaman, bukan hanya keberagaman agama dan bahasa,  keberagaman tutur kata dan nada suara pun saya temukan.

Logat bahasa masing-masing memiliki ciri khasnya, serta lafal pengucapan kata pun terlihat menandakan bahwa ia berasal dari daerah tertentu.

Saya juga mulai melihat bahwa karakter orang yang tinggal di pegunungan dan yang tinggal dekat dengan pinggir laut ternyata berbeda.

Biasanya kalau orang yang tinggal di pegunungan cara berbicaranya kadang keras, sementara orang tinggal di pinggir laut dengan nada pelan dan tidak keras. Semua itu tentu dipengaruhi kondisi geografis dan budaya masing-masing.

Saya kadang berpikir bahwa orang yang tinggal di pegunungan kenapa mesti keras-keras suaranya karena jarak rumah di kampung berjauhan, sehingga kondisi itu membuat warga kampung bisa saling memanggil walau hanya di rumah saja.

Selain itu, kebiasaan di kampung untuk berburu babi hutan mesti teriak dengan keras, alhasil kebiasaan seperti itu menjadi kebiasaan. Tetapi lagi-lagi setiap daerah memang punya ciri khas masing-masing yang berbeda dengan daerah lain.

Namun, dalam keberagaman dan perbedaan itu bukanlah pembatas bagi kami untuk berteman, bahkan pertemanan kami pun seakan melebihi saudara.

Beragamnya budaya yang saya temukan membuat saya terus belajar bahwa pentingnya menghargai perbedaan dan memang itulah salah satu kekayaan bangsa Indonesia. Keberagaman dalam bingkai persatuan dan persaudaraan mesti dijaga hingga akhir hayat.

 

Penulis : Budi Prathama

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kisah Murdaya Poo, Dulu Penjual Koran hingga Gabung Jajaran Orang Terkaya RI
Upaya Pengendalian Inflasi, Lurah Batua Melakukan Pembibitan Dan Pembagian Bibit Kepada Warga
Luhut Bantah Indonesia Dikuasai China: Rocky Gerung Angkat Suara Singgung Pemberontakan G30S PKI
Pemuda Dalam Tindakan Bukan Perkataan
Fungsi dan Peran Mahasiswa dalam Kehidupan Bermasyarakat
FK Unair: Terburu-buru Minum Antibiotik Saat Sakit, Ini Dampaknya
Kuliah Gratis Dengan Beasiswa S1-S3 Pendaftaran Oktober-November, TA 2023
Apa Bedanya Filsafat Islam dan Filsafat Muslim?

Berita Terkait

Selasa, 12 Desember 2023 - 14:20 WITA

CACAT INTEGRITAS. Istri kapolsek kajang masuk jadi caleg 2024

Kamis, 17 Agustus 2023 - 14:09 WITA

DPC Kesatuan Pelajar Bone Gotong Royong Dengan Warga Ajangale Sukseskan HUT RI ke 78

Minggu, 13 Agustus 2023 - 18:32 WITA

Penyebab Dentuman di Sumenep Masih Misterius, Bakal Diteliti BMKG

Sabtu, 12 Agustus 2023 - 13:57 WITA

Anak Bunuh Ibu Kandung dan Aniaya Ayah di Depok Diserahi Keuangan Bisnis Keluarga

Jumat, 11 Agustus 2023 - 10:40 WITA

Anies Usai MA Tolak PK Moeldoko: Anggap Hadiah Ulang Tahun untuk AHY

Selasa, 8 Agustus 2023 - 10:33 WITA

Gejolak Emosi Lukas Enembe Protes Disebut Berjudi

Selasa, 8 Agustus 2023 - 09:41 WITA

Mobil Pajero Sport Dipakai Anak Ugal-ugalan di Jalan, Pimpinan DPRD Sulsel Anggap Itu Hal Biasa

Minggu, 6 Agustus 2023 - 20:43 WITA

Viral Pengunjung Gori Artisan Coffee Joget-Joget Serikat Mahasiswa Pejuang Rakyat Angkat Bicara

Berita Terbaru

berita

Penegak hukum tidak bernyali dihadapan PT.Wisan petro energi

Selasa, 27 Feb 2024 - 13:01 WITA

Pemilu

PEMUDA MATTOANGING SIAP SUKSESKAN PEMILU DAMAI

Jumat, 9 Feb 2024 - 14:17 WITA

edukasi

PEMUDA BEKERJA MATTOANGIN SEJAHTERA

Selasa, 16 Jan 2024 - 19:49 WITA