banner 728x250

Danny Menanti Jawaban Plt Gubernur Untuk Tuntaskan Stadion Barombong

  • Share
Danny Siap Lanjutkan Pembangunan Stadion Barombong/foto/Populernews

Makassar, Orbitimes.com – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengumbar hasratnya untuk menuntaskan proyek stadion Barombong yang merupakan aset milik Pemprov.

Regulasinya memungkinkan niat Danny terealisasi namun keputusan akhirnya ada di tangan Plt Gubernur, Andi Sudirman Sulaiman.

Publik di Makassar kini menanti dua pemimpin tersebut segera bertemu dan duduk bersama dan mengambil keputusan. Keberadaan stadion yang representatif di Makassar sudah lama dirindukan para pecinta sepak bola. Apalagi Mattoanging yang bersejarah kini rata dengan tanah.

Wacana Danny untuk menuntaskan Barombong bisa menjadi opsi dan solusi. Apalagi stadion Barombong mulai dibangun di awal tahun 2011 lalu di era Gubernur Sulsel dijabat Syahrul Yasin Limpo kini mangkrak.

Proyek itu tidak dilanjutkan di awal kepemimpinan Nurdin Abdullah sebagai Gubernur Sulsel tahun 2018 dengan berbagai kendala. Padahal disayangkan ratusan miliar APBD Pemprov Sulsel telah dihabiskan untuk membangun Stadion Barombong.

1. Danny Minta Barombong Diserahkan ke Pemkot

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengusulkan bantuan untuk menyelesaikan stadion Barombong yang lama mangkrak kepada Pemprov. Namun Danny mengajukan syarat, Barombong harus dialihkan ke Pemkot kepemilikan asetnya. Menurutnya, ini bisa menjadi jalan tengah penyelesaian stadion yang lama mangkrak ini.

“Caranya agar selesai, ya serahkan ke Pemkot. Apalagi lahannya (stadion) kan belum diserahkan GMTD ke provinsi sementara GMTD mau ke kita. Kita akan bermohon karena yang punya itu provinsi,” bebernya.

Danny mengaku sudah punya perencanaan matang untuk menyelesaikan stadion Barombong. Dia merencanakan stadion ini berkualifikasi internasional selayaknya Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta.

“Saya kan juga ini perencana stadion. Jadi paham sekali stadion itu, standar internasional saya tahu,” kata Danny, Jumat (25/2/2022).

Soal kesiapan anggaran, Danny juga mengaku sudah melakukan kalkulasi. Untuk tahap, anggaran Rp100 miliar sudah disiapkan. Pagu anggarannya disiapkan di APBD perubahan 2022.

“Kita tingkatkan kualitas lapangan yang sangat tidak memadai termasuk tribunnya. Kemudian menyusul fasilitas lainnya,” tukasnya.

2. DPRD Sulsel Tak Mempermasalahkan

Ketua Komisi A DPRD Sulsel, Selle KS Dalle menuturkan niat Danny ini sangat baik karena stadion Barombong ini memang perlu segera dirampungkan. Namun Selle menyarankan agar Danny duduk bersama dahulu dengan Plt Gubernur sebelum resmi mengajukan surat permohonan ke Pemprov.

“Kita punya adat sipakatau sipakalebbi dan sebagainya. Pertemuan di awal ini juga untuk memastikan semuanya siap dan dijamin aman seperti desain, kepastian anggaran dan persoalan lahan,” jelasnya

Selle menambahkan penyerahan aset Pemprov ke daerah bukan hal baru. Bahkan memang ada dalam regulasi. Namun ada mekanisme yang harus ditempuh.

“Setelah surat Danny ke Gubernur diteruskan ke DPRD maka dibentuk pansus. Nanti hasil rekomendasi pansus diserahkan ke plt gubernur. Jadi plt gubernur tetap penentu,” bebernya.

Sementara, Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Rahman Pina berharap pembangunan Barombong tetap bisa dituntaskan Pemprov. Menurutnya Pemprov jangan setengah-setengah karena masjid 99 kubah yang lama mangkrak bisa diselesaikan. Barombong juga mestinya dirampungkan.

“Kalau memang pemprov merasa tak mampu lagi ya saya kira itu satu opsi (diserahkan ke Pemkot),” bebernya.

3. DPRD Makassar Dukung Danny

Rencana Danny menuntaskan stadion Barombong mendapat dukungan penuh parlemen Makassar. Pimpinan dan anggota kompak mendukung rencana Danny tersebut. Bahkan tak akan mempersoalkan anggaran besar untuk menuntaskan Barombong.

“Saya kira niat baik pemerintah kota memperbaiki Stadion Barombong harus disambut baik bapak gubernur,” papar Rudi saat dikonfirmasi Sabtu (26/2).

Menurutnya, Makassar sebagai kota terbesar di kawasan Timur Indonesia sangat disayangkan tidak punya stadion representatif. Dia membandingkan dengan capaian Gubernur Jakarta, Anies Baswedan yang tidak gembar-gembor namun bisa membangun stadion mewah, Jakarta International Stadium (JIS).

“Saatnya duduk bersama. Jangan ada ego sektoral. Pemprov fokus Mattoanging, nanti stadion Barombong diserahkan ke Pemkot untuk dikelola dan dibiayai pembangunannya,” bebernya.

Rencana alokasi anggaran Rp 100 miliar yang disiapkan Danny Pomanto menurutnya tak ada persoalan. Apalagi fasilitas keolahragaan mendesak dihadirkan di Makassar.

“Ada stadion provinsi tapi tidak dimanfaatkan, masih perlu dibenahi. (Kalau) anggaran terbatas di provinsi, Makassar mau menyumbang mau memperbaiki pakai uang (APBD) Makassar, itukan bagus,” jelas Rudi.

Wakil Ketua DPRD Kota Makassar Adi Rasyid Ali (ARA) juga tidak mempermasalahkan keinginan Danny Pomanto. Selama prosesnya sesuai aturan, pihaknya akan mendukung.

“Prinsip kami men-support hal-hal yang sifatnya positif,” singkatnya.

4. Suporter Harap Danny Tidak PHP

Rencana Danny menuntaskan stadion Barombong disambut baik pecinta sepak bola dan kalangan suporter PSM Makassar. Namun suporter berharap niat Danny ini bukan karena ada motif politik karena suporter tak ingin lagi diberi harapan palsu.

“Kita sebagai penikmat sangat apresiasi kalau Pemkot mau ambil tapi ya harus betul-betul diselesaikan,” kata Sekjen Red Gank Sadakati Sukma, Sabtu (26/2).

Sadakati tahu betul persoalan stadion Barombong yang kini mangkrak. Pihaknya bahkan mengawal sejak lama agar stadion ini segera dituntaskan. Termasuk di era Nurdin Abdullah namun saat itu ditegaskan tidak dilanjutkan karena banyak persoalan seperti pembebasan lahan dan permasalahan bangunannya yang tidak standar.

“Intinya bahwa kalaupun ada niat seperti itu (melanjutkan pembangunan stadion) perlu betul-betul perencanaan yang matang jangan sampai ini hanya sebuah, biasalah menjelang 2024 (Pilgub) seperti itu,” sindirnya.

Namun pihaknya akan sangat mengapresiasi bila Danny benar-benar serius untuk menuntaskan pembangunan stadion Barombong. Pihaknya meminta rencana itu benar-benar demi kepentingan sepak bola semata, tidak ada unsur-unsur motif lainnya.

“Kalau memang betul-betul untuk kepentingan sepakbola kenapa tidak, tetapi itu dulu diperbaiki masalah yang ada di Barombong sebelum kita bangun,” tukasnya.

 

Sumber: Detik.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.